Makam Miring Binti Pangeran Basar, Cagar Budaya di Utara Sungai Mentarang

Cagar Budaya Batu Makam Miring Binti Pangeran Basar.
Cagar Budaya Batu Makam Miring Binti Pangeran Basar. (Foto : Disbudpar Malinau).

‎‎Lensantara.com : Makam Miring Binti Pangeran Basar menjadi salah satu situs cagar budaya yang berada di utara Sungai Mentarang, Kabupaten Malinau.

‎Makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Miring Binti Pangeran Basar, yang diketahui sebagai saudari dari nenek Panembahan Raja Tua, tokoh bangsawan dalam sejarah masyarakat Tidung.

‎Lokasi makam ini berada di tengah permukiman warga. Secara fisik, makam ini memiliki nisan asli dari batu dengan tinggi sekitar 78 sentimeter dan diameter 73 sentimeter, dililit kain kuning.

‎Sekretaris Lembaga Adat Tidung Kabupaten Malinau, Syamsul, menjelaskan bahwa pemberian kain kuning di makam dilakukan oleh keturunan atau peziarah yang datang dengan niat berdoa.

‎“Biasanya ada yang datang ke situ bawa kain kuning, lalu dibungkus dengan maksud minta ridho, minta permisi, sebagai penanda bahwa mereka adalah juriat dari panembahan tadi,” ujarnya, Senin (3/10/2025).

‎Terdapat pula nisan baru berukuran tinggi 62 sentimeter, lebar 44 sentimeter, dan ketebalan 10 sentimeter. Makam ini juga dilengkapi kijing berbahan marmer berukuran panjang 180 sentimeter, lebar 100 sentimeter, dan tebal 33 sentimeter, yang membantu menjaga keutuhan makam agar tetap terawat.

‎Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau telah menetapkan Makam Miring Binti Pangeran Basar sebagai salah satu cagar budaya daerah.

‎Hal ini menjadi bagian dari upaya pelestarian situs-situs sejarah yang berkaitan dengan perjalanan budaya dan silsilah masyarakat Tidung di Malinau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *