Lensantara.com : Pemerintah Kabupaten Malinau menggulirkan wacana pemasangan stiker penanda pada rumah masyarakat tidak mampu. Langkah ini diharapkan menjadi cara efektif memastikan bantuan sosial dari pemerintah tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi penerima di lapangan.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menegaskan bahwa kebijakan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk menjamin bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ia menyebut, stiker penanda akan memudahkan verifikasi lapangan dan mencegah terjadinya tumpang tindih penerima manfaat.
“Kalau dia dinyatakan sebagai keluarga tidak mampu, maka program pemerintah, baik dari kabupaten, desa, maupun RT, harus masuk ke sana. Tujuannya supaya dia bisa berubah menjadi sejahtera,” ujar Wempi saat ditemui usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Malinau Kota di aula SMPN 1, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, data yang dimiliki RT dan desa menjadi kunci dalam menentukan intervensi yang tepat. “RT paling tahu kondisi warganya. Jadi kalau rumahnya tidak layak, kita bantu lewat program bedah rumah. Kalau masalahnya keterampilan, kita bantu lewat pelatihan,” jelasnya.
Langkah ini juga diharapkan memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial, serta menjadi dasar dalam menentukan strategi pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan riil.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malinau yang dirilis pada 2 Oktober 2025, tingkat kemiskinan di daerah tersebut menurun menjadi 5,56 persen atau sekitar 5,24 ribu jiwa, turun dari 6,94 persen pada tahun sebelumnya. Capaian ini dinilai sebagai hasil dari sinergi kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah daerah bersama masyarakat.
Wempi menambahkan, pengentasan kemiskinan tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga pada perubahan pola pikir masyarakat. “Kita ingin masyarakat berusaha keluar dari garis kemiskinan dengan meningkatkan kemampuan dan produktivitas. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka punya akses dan peluang ke arah itu,” pungkasnya.






