Festival Irau Malinau Disiapkan Masuk Agenda Pariwisata Nasional

Pagelaran seni dan budaya Tidung.
Pagelaran seni dan budaya Tidung pada Festival Irau ke-11 Malinau.

Lensantara.com : Festival Seni dan Budaya Irau disiapkan sebagai bagian dari kalender pariwisata nasional. Upaya ini dilakukan menyusul besarnya perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan dari pelaksanaan festival tersebut.

‎Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menjelaskan bahwa pihaknya telah dijadwalkan memaparkan konsep dan rencana pelaksanaan kegiatan itu di Jakarta pada 13 November mendatang. Namun, ia menegaskan hal ini tidak akan merubah esensi festival budaya Irau sebagai agenda budaya dua tahunan.

‎“Irau kita tetap dilaksanakan dua tahun sekali, tetapi festival seni dan budayanya akan dijadikan kegiatan tahunan. Pada tahun kedua nanti kegiatan itu digabungkan dengan Irau agar tetap ada kesinambungan,” ujar Wempi, Kamis (6/11/2025).

‎Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malinau menunjukkan, perputaran uang selama pelaksanaan Irau ke-11 pada Oktober lalu mencapai Rp108 miliar. Angka tersebut mencerminkan besarnya kontribusi kegiatan budaya itu terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif di daerah.

‎Wempi menambahkan, rencana untuk mengusulkan Festival Irau ke tingkat nasional sejatinya telah muncul sejak masa kepemimpinannya sebelumnya. Namun, pelaksanaannya sempat tertunda akibat pandemi COVID-19 dan dinamika politik lokal yang menggeser fokus pemerintah daerah.

‎Ia berharap, dengan masuknya festival seni dan budaya Malinau dalam kalender pariwisata nasional, promosi kebudayaan daerah dapat dilakukan secara berkelanjutan. “Kami ingin kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah pelestarian tradisi dan penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *