Lensantara.com : Struktur batu kuno di Desa Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir, menyimpan salah satu peninggalan megalitik. Situs tersebut dikenal sebagai Kubur Batu Uyang Lahai, yang terbentuk dari susunan batu berukuran besar dan masih dipertahankan bentuk aslinya hingga sekarang.
Peninggalan ini dipercayai berkaitan dengan tradisi megalitik yang berkembang pada dua fase migrasi pendukungnya, mulai dari masa neolitik akhir sekitar 2.500–1.500 SM hingga gelombang berikutnya pada periode perunggu dan besi awal, yang membawa kebudayaan Dongson pada abad IV–III SM.
Karakter tersebut menjadikan situs ini bagian dari warisan budaya megalitik muda. Dalam tradisi masyarakat Kayan, Kubur Batu Uyang Lahai dikaitkan dengan tokoh Uyang Lahai, yang dipercaya sebagai Dewi Padi.
Sosok ini dianggap memiliki kemampuan membawa kesuburan bagi wilayah yang ditempatinya, sehingga situs tersebut dipandang memiliki nilai budaya dan spiritual bagi warga setempat. Secara fisik, struktur batu ini memiliki ukuran panjang 556 cm, lebar 108 cm, tinggi 158 cm, serta ketebalan 13 cm.
Keberadaan Kubur Batu Uyang Lahai menjadi penanda pentingnya pelestarian warisan budaya di wilayah pedalaman Malinau. Informasi mengenai asal-usul, fungsi, dan keyakinan masyarakat terhadap situs ini membantu memperkuat pemahaman mengenai sejarah panjang peradaban di dataran tinggi Kayan.
Sumber : Disbudpar Malinau.






