Lensantara, Malinau : Manggis Malinau adalah varietas unggul yang tumbuh dari pohon induk berusia lebih dari empat dekade di Kampung Tanjung Belimbing, Desa Malinau Hulu. Varietas ini menjadi salah satu kebanggaan hortikultura lokal berkat kualitas buah dan daya adaptasinya.
Penetapan varietas ini dilakukan melalui SK Menteri Pertanian No. 1729/Kpts/SR.120/12/2008, dengan nama pemilik pohon induk tercatat atas nama Moh. Akiu. Pohonnya dapat mencapai tinggi 15 meter, dengan tajuk piramid dan percabangan tertata rapi, memperlihatkan ciri tanaman yang sehat dan produktif.
Daun manggis ini berwarna hijau mengilap, berukuran 14 hingga 16 cm, dengan lebar 4 hingga 8 cm. Bunga muncul secara bergerombol dan mulai mekar antara Juli hingga September.
Masa puncak panen terjadi pada November sampai Januari. Ukuran buah Manggis Malinau berkisar 200–250 gram dengan diameter hingga 8,5 cm.
Kulitnya tebal, tetapi daging buah di dalamnya putih bersih, manis segar dengan sedikit rasa asam. Kandungan gula mencapai 15° brik, dan setiap buah umumnya berisi 6 hingga 8 juring.
Dalam setahun, satu pohon mampu menghasilkan 100 hingga 200 kilogram buah. Varietas ini juga dapat tumbuh baik di ketinggian 0 hingga 700 meter di atas permukaan laut.
Keunggulan lain yang dimiliki adalah ketahanan simpan selama 5 hingga 10 hari pada suhu ruang, sehingga relatif mudah didistribusikan. Sebagai buah khas daerah, manggis ini juga memiliki nilai ekonomi, baik sebagai komoditas segar maupun bahan olahan seperti jus, selai, hingga ekstrak kulit manggis.
Dengan ciri khas dan nilai strategisnya, Manggis Malinau menjadi aset pertanian sekaligus plasma nutfah yang patut dijaga dan dikembangkan lebih lanjut.
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Malinau.






