Pasar Murah Dorong Stabilitas Harga di Malinau Kota

Lensantara, Malinau : Penyelenggaraan pasar murah desa di Kecamatan Malinau Kota menjadi langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga pangan jelang Natal dan Tahun Baru. Melalui program ini, sekitar 2.000 paket bersubsidi disiapkan untuk membantu masyarakat di enam desa.

Pelaksanaan pasar murah berlangsung serentak di Desa Malinau Kota, Malinau Hulu, Malinau Hilir, Tanjung Keranjang, dan Batu Lidung pada Sabtu (22/11/2025). Sementara Desa Pelita Kanaan menjadwalkan kegiatan pada 25 hingga 26 November.

‎Skema subsidi diberikan pada komoditas yang kerap mengalami kenaikan harga. Camat Malinau Kota, Muhammad Yusuf, menyampaikan mekanisme penentuan komoditas hingga besarannya dirumuskan melalui musyawarah desa.

‎“Ini adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh desa dengan alokasi anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Malinau dalam APBDes tambahan desa tahun 2025. Besarannya pun variatif sesuai dengan besaran populasi di setiap desa,” tuturnya.

‎Selain itu, Yusuf menegaskan bahwa keputusan pelaksanaan melibatkan BPD dan unsur masyarakat agar sasaran penerima tepat. “Di sana diputuskan jenis komoditas yang dijual, besaran diskon, nilai subsidi, serta siapa saja yang dapat berbelanja,” imbuhnya.

‎Program pasar murah digagas sebagai upaya memperkuat pergerakan ekonomi lokal. Di Desa Malinau Hulu, antusiasme warga terlihat sejak pasar dibuka. Sebanyak 300 paket pangan prioritas tersalurkan dalam satu kegiatan.

‎Kepala Desa Malinau Hulu, Ega Candra Sulaiman, mengungkapkan bahwa potongan harga yang diberikan mencapai 30 persen untuk komoditas tertentu. “Kami tetap utamakan warga Malinau Hulu untuk Natal dan Tahun Baru ini,” katanya.

‎Ega menjelaskan bahwa komoditas seperti beras, telur, dan bawang menjadi yang paling cepat habis. Ia berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan tahun depan mengingat manfaatnya terasa langsung bagi masyarakat serta membantu menekan biaya hidup.

‎Pasar murah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan ruang bagi desa untuk mengambil peran lebih besar dalam pengendalian inflasi wilayah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *