Lensantara, Malinau : Harapan agar program Sekolah Alam Ujung Negeri (SAUNG) kembali berjalan disampaikan masyarakat adat Bahau Hulu. Mereka menilai kegiatan edukasi non-formal tersebut berperan besar dalam membangun pemahaman anak-anak mengenai konservasi hutan dan lingkungan.
Program ini dilaksanakan di kawasan penyangga Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). SAUNG pernah aktif hingga tahun 2019 dan sempat menjadi wadah pembelajaran di wilayah perbatasan negara.
Program itu terhenti ketika pandemi Covid-19 melanda, bersamaan dengan perubahan struktur organisasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Masyarakat berharap kegiatan itu kembali digelar.
Kepala Adat Besar Bahau Hulu, Baya Ajang, menyampaikan langsung aspirasi itu kepada Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, dalam forum pertemuan di Desa Long Alango.
Ia menilai anak-anak yang mengikuti SAUNG memperoleh bekal pengetahuan tambahan yang tidak tersedia dalam kurikulum sekolah formal, terutama mengenai hutan, satwa, serta konservasi. Di samping program ini dinilai positif untuk mengisi waktu luang siswa dengan kegiatan produktif.
“Kami sebagai orang tua tentu senang dan bangga dengan adanya Saung beberapa tahun lalu. Kami berharap Saung ini kembali dilaksanakan karena menambah ilmu anak-anak kami,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Ia juga meminta agar materi tentang kawasan TNKM dan potensi hutan diperkuat jika program kembali dijalankan. Hal serupa disampaikan Sumardi, warga Bahau Hulu sekaligus Sekretaris Desa Long Alango.
Sumardi berharap program berikutnya juga melibatkan siswa SMA melalui kegiatan lapangan. “Mungkin yang pertama perlu disiapkan tempatnya dulu, mungkin kalau yang SMA bisa langsung ke lokasi seperti di Lalut Birai,” katanya.
Pihak Balai TNKM menyambut positif usulan tersebut. Menurut Kepala Balai TNKM, SAUNG merupakan sarana penting untuk menanamkan pemahaman mengenai peran taman nasional bagi generasi muda yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.
“Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, bagi generasi muda, penting untuk mengetahui apa itu taman nasional, apa fungsi taman nasional dan apa peran taman nasional,” tegasnya.
Sebelumnya, SAUNG memanfaatkan Visitor Center SPTN II Long Alango sebagai ruang belajar dengan metode yang menyesuaikan karakter anak-anak di dekat kawasan hutan. Selain pengenalan teknologi seperti komputer dan GPS, peserta juga mempelajari pengetahuan lokal tentang pengelolaan hutan secara lestari.
Warga Penyangga TNKM Harapkan Program SAUNG Berlanjut






