Lensantara, Malinau : Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang kini banyak digunakan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan pengolahan lingkungan. Cairan ini dibuat dari campuran air, gula, dan sisa buah serta sayuran yang difermentasi selama kurang lebih tiga bulan, menghasilkan cairan cokelat beraroma asam segar.
Eco Enzyme pertama kali diperkenalkan secara luas oleh Dr. Joean Oon, peneliti naturopathy asal Malaysia, berdasarkan rumusan penelitian Dr. Rosukon Poompanvong sejak era 1980-an. Penggunaannya kembali meningkat seiring dorongan pengurangan sampah organik dan limbah rumah tangga kimia.
Lebih dari 60 persen sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan sampah organik. Jika tidak dikelola, sampah tersebut berpotensi menimbulkan bau, menghasilkan gas metana, dan berdampak pada kerusakan lingkungan.
Pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme menjadi salah satu alternatif yang dinilai efektif mengurangi timbunan sampah dan menekan penggunaan produk berbahan kimia sintetis. Untuk pembuatan eco enzyme digunakan perbandingan bahan 3:1:10, terdiri dari tiga bagian limbah buah dan sayur, satu bagian gula merah atau molase, serta sepuluh bagian air bersih.
Seluruh bahan dicampur dalam wadah plastik bermulut lebar yang tertutup rapat dan disimpan di tempat teduh. Selama proses fermentasi, akan terbentuk gas, sehingga wadah tidak boleh diisi penuh dan tidak dianjurkan menggunakan wadah berbahan kaca atau logam.
Produk fermentasi eco enzyme dapat diterapkan untuk berbagai kebutuhan, antara lain sebagai pembersih lantai dan dapur, penghilang bau, cairan pencuci sayur dan buah, pengolahan kualitas air domestik, hingga pupuk cair dan pestisida organik pada pertanian. Ampas fermentasi yang tersisa juga dapat digunakan sebagai pupuk atau bahan tambahan pembersih.
Tujuan utama pembuatan eco enzyme adalah mengurangi beban lingkungan melalui pemanfaatan sampah organik dan penurunan penggunaan bahan kimia sintetis dalam keseharian. Berbagai manfaat tambahan yang dihasilkan dianggap sebagai nilai lebih dari proses tersebut.
Sumber: Modul Belajar Pembuatan Eco Enzyme Nusantara
