Lensantara.com, Malinau : Pemerintah Kabupaten Malinau memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Malinau masih dalam kondisi aman hingga akhir Desember 2025. Kelangkaan BBM yang sempat terjadi juga dipastikan tidak berdampak signifikan terhadap harga pangan di pasar.
Pemerintah daerah telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik strategis. Pemantauan dilakukan di SPBU Beringin dan pasar tradisional untuk memastikan pasokan BBM serta kondisi harga kebutuhan pokok.
Wakil Bupati Malinau, Jakaria, mengatakan, stok Pertalite tercatat sekitar 90 kiloliter dan Solar 30 kiloliter. Jumlah tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga satu pekan ke depan.
“Ini masih aman, dan pasokan berikutnya dijadwalkan masuk pada tanggal 27 atau 28 Desember,” ujar Jakaria usai pemantauan lapangan, Jumat (19/12/2025).
Ia menjelaskan, kelangkaan BBM sebelumnya bukan disebabkan oleh pengurangan kuota. Kendala terjadi akibat persoalan teknis perizinan distribusi pihak penyalur dari Tarakan ke Malinau.
“Jatah BBM sebenarnya cukup, hanya kemarin terkendala perizinan pihak ketiga sehingga distribusi sempat terhambat,” katanya.
Pemerintah daerah memberikan jaminan sementara agar aktivitas bongkar muat BBM tetap berjalan hingga 31 Desember 2025. Langkah ini dilakukan sambil menunggu penyelesaian kewajiban perizinan penyalur.
Selain BBM, pemantauan juga difokuskan pada kondisi pasar. Jakaria menilai aktivitas perdagangan tetap berjalan normal dan harga kebutuhan pokok relatif stabil.
Harga beras dan gula pasir masih berada pada kisaran wajar. Gula pasir dijual sekitar Rp20.000 per kilogram, sementara harga beras menyesuaikan kualitasnya.
Untuk komoditas perikanan, harga ikan juga terpantau stabil di pasar. “Harga ikan masih di kisaran Rp35.000 sampai Rp50.000 per kilogram, tergantung jenisnya,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah mencatat kenaikan harga pada komoditas tertentu, seperti minyak goreng merek Minyak Kita dan bawang merah. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh faktor distribusi dan tidak berkaitan langsung dengan kondisi BBM.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Malinau akan menurunkan tim pemantau dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM bersama bagian ekonomi daerah.
Tim tersebut ditugaskan melakukan pemantauan distribusi BBM dan bahan pokok setiap hari hingga Januari 2026. “Kami minta pemantauan dilakukan rutin dan dilaporkan setiap hari agar stok BBM dan kebutuhan pokok tetap terjaga sampai pergantian tahun,” kata Jakaria.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang dan berbelanja secara wajar. Stabilitas pasokan energi dan pangan diharapkan menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal menjelang Natal dan Tahun Baru.
BBM Malinau Cukup Hingga Akhir Desember, Harga Pangan Juga Stabil






