Lensantara.com, Malinau : Desa Wisata Pulau Sapi menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Malinau yang menawarkan pengalaman wisata budaya dan alam dalam satu kawasan. Beragam aktivitas wisata dapat dinikmati wisatawan dengan biaya yang relatif terjangkau.
Berada di Kecamatan Mentarang, Desa Pulau Sapi dapat ditempuh sekitar 15 menit dari pusat Kota Malinau. Akses jalan menuju desa ini cukup baik, sehingga memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung kapan saja.
Daya tarik utama Pulau Sapi terletak pada kekayaan budaya masyarakatnya. Rumah-rumah warga dihiasi ukiran bercorak adat, sementara berbagai kegiatan kreatif seperti anyaman, ukiran kayu, hingga membatik menjadi atraksi yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.
Selain budaya, Pulau Sapi juga menyimpan potensi wisata alam yang masih alami. Air Terjun Pa’Lueng menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang ingin menikmati suasana alam desa yang sejuk dan asri.
Paket wisata yang ditawarkan di Desa Wisata Pulau Sapi tergolong ramah di kantong. Dengan harga mulai dari Rp200.000 per orang, wisatawan sudah dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari edukasi budaya, kunjungan home industri, pertunjukan seni, hingga pendampingan pemandu wisata lokal.
Fasilitas wisata di desa ini juga terus dikembangkan. Tersedia homestay bagi pengunjung yang ingin bermalam, wisata kuliner khas daerah, layanan dokumentasi, serta tour guide yang berasal dari masyarakat setempat.
Kreativitas warga Pulau Sapi menjadi faktor penting dalam pengembangan desa wisata. Potensi seni budaya, kuliner tradisional, serta lingkungan desa yang tertata rapi berkontribusi langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Mayoritas penduduk Desa Pulau Sapi merupakan Suku Dayak Lundayeh yang dikenal memiliki kekayaan seni dan budaya. Hal ini tercermin dari keberadaan pengrajin anyaman, pembatik, pembuat souvenir, hingga pelaku usaha kuliner tradisional.
Dari sisi tata kelola, desa ini juga dinilai memiliki lingkungan yang aman, bersih, tertib, dan ramah. Kondisi tersebut membuat wisatawan merasa nyaman selama berkunjung dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Pulau Sapi turut dikembangkan sebagai kawasan Pusat Pertanian Rakyat Sejahtera (PPRS). Konsep agro wisata pertanian dan perkebunan diperkenalkan kepada wisatawan sebagai bagian dari pengalaman edukatif.
Kehidupan masyarakat Pulau Sapi masih sangat lekat dengan nilai adat dan budaya. Balai Adat yang berdiri di tengah pemukiman menjadi simbol identitas dan ruang penting dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya.
Beragam festival budaya rutin digelar di desa ini, melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga orang tua turut ambil bagian dalam pertunjukan seni sebagai wujud pelestarian warisan budaya.
Desa Wisata Pulau Sapi menjadi destinasi yang dapat dikunjungi kapan saja. Wisatawan bisa menikmati keindahan desa, juga belajar memahami kearifan lokal masyarakat Malinau.






