Lensantara.com, Malinau – Para tahanan yang menghuni sel Polres Malinau mendapat kunjungan Bupati Malinau Wempi W Mawa pada awal Tahun Baru 2026. Kunjungan tersebut menjadi momen dialog dan penguatan moral bagi warga yang tengah menjalani proses hukum.
Bupati Malinau bersama Wakil Bupati, Jakaria, dan Sekda Malinau, Ernes Silvanus, serta sejumlah oraganisasi perangkat daerah menyapa langsung para tahanan sekaligus memberikan motivasi dengan harapan mereka dapat menjalani proses hukum dengan baik.
“Kami ingin memberi semangat dan harapan agar mereka kuat menjalani proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya saat ditemui wartawan usai kunjungan di sejumlah sel tahanan, Selasa (06/01/2025).
Berdasarkan data Polres Malinau, total penghuni sel tahanan saat ini berjumlah 52 orang. Dari jumlah tersebut, 40 orang merupakan tahanan Kejaksaan, enam orang berstatus narapidana, dan enam lainnya merupakan tahanan Polres Malinau yang masih dalam tahap penyidikan.
Dalam dialog yang berlangsung, sejumlah tahanan menyampaikan penyesalan atas perbuatan yang dilakukan serta harapan agar dapat memperbaiki diri. Beberapa di antaranya juga berharap pesan permintaan maaf dapat disampaikan kepada keluarga maupun pihak yang dirugikan.
“Mereka mengakui kesalahan dan berjanji untuk berubah ke depan,” katanya. Wempi juga menyoroti tahanan kasus narkoba yang melibatkan pasangan suami istri, yang berdampak langsung terhadap anak-anak mereka.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena anak tetap membutuhkan kasih sayang dan tanggung jawab orang tua. “Anak-anak ini tidak boleh menjadi korban berkepanjangan dari kesalahan orang tuanya,” ucap Wempi.
Selain berdialog, kunjungan tersebut turut melibatkan unsur keagamaan lintas iman untuk memberikan penguatan mental dan spiritual.
Wempi berharap pembinaan tidak hanya dirasakan para tahanan, tetapi juga keluarga mereka di luar yang ikut terdampak secara psikologis. Wempi juga mengajak masyarakat menjauhi narkoba dan perbuatan melanggar hukum.
Ia menegaskan bahwa para tahanan tetap merupakan bagian dari masyarakat Malinau yang perlu dibina agar kelak dapat kembali dan berkontribusi secara positif.
“Mereka adalah bagian dari kita. Harapan kita, setelah proses ini mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.






