Lensantara.com, Malinau – Penerbangan perdana Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Udara tahun 2026 resmi mengudara di Kabupaten Malinau dengan menggandeng maskapai Susi Air untuk melayani tujuh rute perbatasan.
Program yang menelan alokasi anggaran Rp40 miliar dari APBD Malinau ini menjadi tumpuan utama masyarakat pedalaman dalam mendapatkan akses transportasi yang terjangkau serta jaminan ketersediaan logistik.
Anggaran 40 Miliar Demi Keadilan Ekonomi
Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menegaskan bahwa alokasi Rp40 miliar ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk menyetarakan taraf hidup masyarakat perbatasan dengan wilayah perkotaan.
Mengingat lebih dari 90 persen wilayah Malinau berupa hutan, transportasi udara menjadi solusi mutlak untuk menekan biaya hidup yang tinggi akibat ketergantungan logistik dari negara tetangga, Malaysia.
“Pak Bupati dan saya ingin masyarakat di perbatasan bisa menikmati pembangunan. Dengan subsidi ini, sembilan bahan pokok bisa lebih murah dan akses transportasi warga tidak lagi terhambat kendala geografis,” ujar Jakaria saat pelepasan 11 penumpang perdana di Bandara RA Bessing, Jumat (20/02/26).
Rincian Rute dan Skema Subsidi
Kabag Ekonomi Setda Malinau, Erly Sumiati, menjelaskan bahwa skema subsidi tahun ini mencakup pemotongan harga tiket hingga 75 persen untuk penumpang, sementara untuk angkutan barang diberikan subsidi penuh atau gratis 100 persen. Berikut adalah rincian layanan pada tujuh rute yang tersedia:
- Long Ampung: 4 kali seminggu.
- Mahak Baru: 3 kali seminggu.
- Data Dian, Long Sule, Long Punjungan, dan Long Alango: 2 kali seminggu.
- Long Pala: 1 kali seminggu.
“Jadwal ini bersifat fleksibel. Jika ada keadaan darurat seperti warga yang sakit atau meninggal dunia, pihak Susi Air siap melakukan penjemputan atau pengantaran di luar jadwal rutin,” tegas Erly.
Jaminan Keamanan dan Konektivitas
Direktur Susi Air, Nadine Kaiser, menyatakan kesiapannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membuka akses di wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan). Untuk menjamin mutu pelayanan, pihak manajemen menempatkan mekanik di seluruh basis operasi serta melakukan audit internal secara berkala.
“Kami melakukan perawatan reguler berdasarkan flight hours dan flight cycles untuk menjamin keamanan unit. Bagi kami, Malinau adalah bagian penting dalam misi menghadirkan keadilan konektivitas udara di Indonesia,” pungkas Nadine.






