Pesantren Kilat Malinau, 800 Pelajar Semarakan Pembukaan

Peserta Pesantren Kilat Ramadan 1447 H di Malinau memadati Masjid Agung Darul Jalal.
Peserta Pesantren Kilat Ramadan 1447 H di Malinau memadati Masjid Agung Darul Jalal.Foto: Lensantara.com

Lensantara.com, Malinau – Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAII) Kabupaten Malinau menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah yang diikuti oleh sekitar 800 pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB se-Kabupaten Malinau.

Fokus pada Akhlak dan Moderasi Beragama

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Darul Jalal, Selasa (24/02/26) ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang religius namun tetap menjunjung tinggi nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Malinau.

“Tujuannya supaya anak-anak berakhlak mulia dan moderat. Kita di Malinau hidup berdampingan dengan berbagai suku dan agama. Kami menekankan bagaimana bersikap dengan orang yang berbeda keyakinan melalui nilai-nilai kebersamaan,” ujar Ketua DPD AGPAII Kabupaten Malinau, Hartono Ahmad Van Gobel.

Hartono Ahmad Van Gobel.
Hartono Ahmad Van Gobel.
Foto: Lensantara.com

Dukungan Pemerintah

Wakil Bupati Malinau, Jakaria, yang hadir membuka acara tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, kegiatan ini sangat selaras dengan visi pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas secara intelektual maupun spiritual.

“Pemerintah memberikan apresiasi karena ini sejalan dengan program Wajib Belajar Malinau Maju. Ilmu yang tinggi tanpa didukung akhlak mulia tidak akan bermanfaat, bahkan bisa menjadi bumerang. Materi yang disajikan para guru sangat baik dalam membina generasi muda Islam,” tegas Jakaria.

Jakaria
Jakaria.
Foto: Lensantara.com

Mekanisme Pelaksanaan di Satuan Pendidikan

Setelah pembukaan secara gabungan, para siswa akan melanjutkan kegiatan pesantren kilat di sekolah masing-masing selama minimal tiga hari dengan bimbingan guru agama setempat.

  • Peserta: Siswa SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB di Kabupaten Malinau.
  • Durasi: Minimal 3 hari (tergantung kebijakan masing-masing sekolah).
  • Harapan: Peserta dapat mengikuti kegiatan dengan istiqomah agar ilmu yang didapat bermanfaat bagi pribadi, keluarga, dan daerah.
  • Pesan Wabup: Para siswa diminta terus memperkuat iman dan mengasah keterampilan agar dapat terjaring dalam program Desa Sarjana di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *