Mudik Murah, Tiket Speedboat Tarakan-Malinau Kini Disubsidi

Aktifitas bongkat-muat barang di Pelabuhan Speed Boat Malinau.
Aktifitas bongkat-muat barang di Pelabuhan Speed Boat Malinau. (Foto: Lensantara.com

Lensantara.com, Malinau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menggulirkan program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) khusus menyambut mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Subsidi mencakup potongan tarif tiket speed boat dan bus Damri yang berlaku mulai 16 hingga 27 Maret 2026.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan arus mudik sekaligus meringankan beban biaya transportasi masyarakat. Kabag Ekonomi Setda Malinau, Erly Sumiati, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga aksesibilitas dan konektivitas bagi warga di momen hari raya.

Subsidi Transportasi Arus Mudik 2026

Intervensi harga dilakukan pada sektor transportasi air dan jalur darat.

  • Speed Boat: Khusus rute Tarakan ke Malinau disubsidi Rp100.000 per penumpang.
  • Bus Damri: Rute Tanjung Selor ke Malinau mendapatkan subsidi sebesar Rp90.000.

Subsidi ini menjadikan tarif tiket menjadi lebih murah. Tarif tiket speed boat yang sebelumnya Rp310.000, menjadi RpRp210.000 setelah disubsidi, sedangkan tarif bus Damri yang normalnya mencapai Rp190.000, kini lebih hemat menjadi Rp100.000.

“Untuk rute sebaliknya, yaitu Malinau-Tarakan dan Malinau-Tanjung Selor itu masih berjalan, artinya selama ini kan memang sudah disubsidi, jadi ini juga masih berjalan,” terang Erly, Sabtu (14/3/2026).

Ia menambahkan, khusus untuk layanan Damri tahun ini, pemerintah mengucurkan anggaran SOA sebesar Rp250 juta.

Skema Lengkap SOA 2026: Menjangkau Pelosok dan Perbatasan

Erly Sumiati memaparkan bahwa perhatian Pemkab Malinau tidak hanya terfokus pada arus mudik, melainkan keberlanjutan akses di wilayah pedalaman dan perbatasan melalui program SOA yang berjalan sepanjang tahun 2026.

1. SOA Sungai (Alokasi Rp10 Miliar)

Layanan ini menjangkau 10 rute strategis untuk menjamin kelancaran arus logistik dan penumpang.

  • Rute Utama: Pelita Kanaan – Long Berang dijadwalkan dua kali dalam seminggu.
  • Konektivitas Wilayah: Tanjung Selor menuju Pujungan dan Long Alango satu kali per dua minggu.
  • Wilayah Terpencil: Rute Long Pada menuju Rian Tubu, Long Titi, Long Nyau, hingga Long Ranau dilayani dengan frekuensi satu bulan sekali.

2. SOA Darat (Alokasi Rp2,4 Miliar)

Program ini difokuskan untuk memperkuat integrasi dari pusat pemerintahan ke wilayah pemukiman di pedalaman, mencakup tiga rute.

  • Intensitas Tinggi: Rute Malinau Kota menuju Metut dan Nahakramo tersedia empat kali seminggu.
  • Rute Pendukung: Layanan Malinau Kota menuju Long Pada serta rute Malinau Kota ke Halanga, Long Rat, dan Punan Mirau beroperasi dua kali seminggu.

3. SOA Udara (Alokasi Rp40 Miliar)

Menjadi sektor dengan alokasi anggaran terbesar, jalur udara adalah tulang punggung transportasi di perbatasan yang sulit dijangkau jalur darat maupun sungai, mencakup tujuh rute utama.

  • Prioritas: Malinau – Long Ampung empat kali seminggu dan Mahak Baru tiga kali seminggu.
  • Rute Penyangga: Layanan ke Long Sule, Pujungan, Long Alango, dan Data Dian tersedia dua kali seminggu, serta rute Long Pala setiap 2 minggu sekali.

Komitmen Pemerataan Pembangunan

Wakil Bupati Malinau, Jakaria, saat launching program SOA udara pada Februari lalu menekankan bahwa program ini merupakan solusi konkret pemerintah dalam menghadapi tantangan geografis Malinau yang didominasi kawasan hutan.

Kondisi tersebut membuat ketergantungan masyarakat terhadap jalur sungai dan udara sangat tinggi akibat keterbatasan akses darat.

Jakaria menegaskan bahwa subsidi ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen vital untuk menghadirkan keadilan bagi warga di garis perbatasan.

“Masyarakat di pelosok berhak merasakan kehadiran pemerintah melalui pemerataan fasilitas yang setara dengan daerah lain, tanpa bermaksud menciptakan ketergantungan pada subsidi dalam jangka panjang,” ucapnya.

Penegasan Komitmen Pemerintah

Seluruh program subsidi yang telah dimulai sejak Februari 2026 ini ditujukan untuk menekan disparitas harga serta mempermudah mobilitas warga, terutama yang bermukim di garis perbatasan.

“Anggaran yang dialokasikan melalui APBD 2026 ini diharapkan mampu menyentuh kebutuhan dasar masyarakat akan transportasi yang terjangkau, terutama di wilayah yang aksesnya masih terbatas,” jelas Erly Sumiati.

Dengan adanya subsidi transportasi ini, warga Kabupaten Malinau diharapkan dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih nyaman dan biaya yang jauh lebih hemat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *