Asap Karhutla Kian Pekat, Pemkab Malinau Berlakukan BDR

Ernes Silvanus saat diwawancara.
Ernes Silvanus saat diwawancara. FOTO: LENSANTARA.COM

Lensantara.com, Malinau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau memberlakukan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi seluruh jenjang pendidikan dasar, menyusul memburuknya kualitas udara akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, mengatakan surat edaran BDR dikeluarkan pada Senin malam untuk satuan pendidikan setingkat SMP ke bawah. Kebijakan ini berlaku mulai Selasa hingga Rabu (1-2/9/2026).

“Di malam kita ada keluarkan edaran sehubungan dengan anak sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah pada tingkat SMP ke bawah. Untuk dua hari ini BDR,” ujar Ernes pada wartawan, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan surat edaran tersebut, BDR berlaku bagi satuan PAUD/TK, SD/MI, dan SMP/MTs se-Kabupaten Malinau. Kebijakan ini merujuk Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2026, menyusul kualitas udara yang mencapai kategori Tidak Sehat berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Ernes menjelaskan, kebijakan BDR akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi udara, yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“BDR ini kita sambil evaluasi. Jika nanti memang kondisi udara, cuaca masih seperti ini bahkan meningkat, ya kita lanjutkan,” katanya.

Menurut Ernes, DLH saat ini mencatat adanya pergerakan asap dari wilayah Berau dan Tanjung Selor menuju Malinau. Kualitas udara untuk Tanjung Selor sendiri diketahui berada di posisi ketujuh terparah secara nasional.

Tak hanya itu, dampak kabut asap turut menghambat operasional penerbangan di Malinau. Ernes menyebut pesawat Wings Air tidak dapat beroperasi hari ini akibat jarak pandang yang terlalu pendek.

Pemkab Malinau hari ini juga mendistribusikan sekitar 2.200 kotak masker kepada masyarakat di sejumlah titik, mulai dari kawasan Tanjung Lapang hingga wilayah perkotaan Malinau guna meningkatkan kesadaran tentang risiko pencemaran udara akibat karhutla.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan yang kurang perlu. Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih sebagai upaya mengurangi dampak paparan asap.

“Bagi pekebun, peladang, dalam rangka mungkin persiapan untuk lebih melihat, melaporkan jika mungkin ada kegiatan berkebunan dan berladang,” pungkasnya.

Pos terkait