Festival Irau Malinau Dongkrak Aktivitas Usaha Jahit Lokal hingga 25 Persen

Camat Malinau Kota, Muhammad Yusuf mengunjungi salah satu usaha jahit di Desa Malinau Hulu, Selasa (30/9/2025). (Foto : MY).

Lensantara, Malinau : Menjelang Festival Budaya Irau ke-11 dan HUT ke-26 Kabupaten Malinau, sejumlah usaha tata busana lokal mulai mencatat peningkatan permintaan. Fenomena ini terlihat di Kecamatan Malinau Kota, di mana penjahit setempat kebanjiran pesanan untuk kebutuhan acara.

‎Ujang, pelaku usaha jahit di Desa Malinau Hulu, menyampaikan ada kenaikan sekitar 25 persen dari hari normal. Pesanan mayoritas berupa seragam kelompok maupun pakaian individu yang akan dipakai saat mengikuti rangkaian kegiatan.

Bacaan Lainnya

“Sejak persiapan Irau ini memang lebih ramai dari biasanya. Kira-kira kenaikan pesanan 25 persen dari biasanya” ungkap Ujang, Selasa (30/9/2025).

‎Kondisi tersebut membuat jam kerja para penjahit semakin padat. Mereka dituntut menyesuaikan waktu penyelesaian agar pesanan selesai sesuai permintaan konsumen.

Ujang menilai situasi ini membawa peluang bagi usaha kecil di lingkungannya. Sementara itu, Camat Malinau Kota, Muhammad Yusuf, membenarkan bahwa jasa jahit termasuk salah satu sektor yang terdampak langsung oleh persiapan Irau.

Menurutnya, perayaan budaya ini memang memberi ruang bagi berbagai usaha lokal untuk memperoleh peningkatan penghasilan. Ia menegaskan, pemerintah kecamatan akan terus memantau geliat ekonomi warga hingga puncak acara berlangsung.

“Peningkatan permintaan pada penjahit maupun UMKM lain menunjukkan bahwa kegiatan budaya seperti Irau tidak sekedar seremonial semata, tapi juga mendorong perputaran ekonomi di masyarakat,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *