Nanas Madu Sungai Boh, Varietas Unggulan Khas Malinau

Nanas madu Sungai Boh.
Nanas madu asal Desa Mahak Baru, Kecamatan Sungai Boh dipamerkan di Stan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau dalam Festival Irau ke-11.

‎Lensantara.com : Kabupaten Malinau memiliki satu varietas buah lokal unggulan yang telah dikenal luas karena cita rasanya yang manis dan ukuran buahnya yang besar. Nanas Madu Sungai Boh, tanaman khas yang tumbuh subur di Desa Mahak Baru, Kecamatan Sungai Boh.

‎Varietas ini telah didaftarkan resmi dengan nama lokal Uduk Kayu Ujan Atek Me, termasuk dalam genus Ananas dan spesies Ananas comosus (L) Merr. Secara fisik, tanaman nanas madu memiliki tinggi antara 125 hingga 140 sentimeter dengan jumlah daun sekitar 108–114 helai.

‎Duri hanya terdapat di bagian ujung daun, sementara bunganya mulai muncul pada usia 7–8 bulan dan siap dipanen setelah 11–12 bulan. Buahnya berbentuk silinder agak meruncing dengan panjang 19–26 sentimeter dan berat rata-rata mencapai 3,7 hingga 4,5 kilogram.

Nanas madu Sungai Boh.
Nanas madu asal Desa Mahak Baru, Kecamatan Sungai Boh dipamerkan di Stan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau dalam Festival Irau ke-11.

‎Kulit berwarna kuning cerah dengan mata dangkal, sementara daging buah berwarna kuning muda kehijauan, bertekstur halus, dan tidak berserat. Cita rasa manis segar menjadi keunggulan utama Nanas Sungai Boh, dengan kadar gula mencapai 17–18° brix dan aroma khas yang kuat.

‎Buah ini memiliki daya simpan antara 7 hingga 10 hari, menjadikannya cocok untuk distribusi ke berbagai daerah maupun untuk diolah menjadi produk turunan. Dalam satu hektare lahan dengan populasi 25–30 ribu tanaman, produktivitas Nanas Madu Malinau dapat mencapai 68,7 hingga 82,5 ton per hektare.

‎Selain itu, varietas ini dikenal efisien karena memiliki sedikit duri dan daging buah yang tebal. Potensi pengembangannya pun besar, dapat diolah menjadi beragam produk seperti jus, selai, sirup, hingga keripik.

‎Selain memperkuat sektor pertanian dan ekonomi lokal, pengembangan nanas ini juga mendukung promosi wisata agro dan identitas daerah Kabupaten Malinau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *