Lensantara.com : Batu Tegak Long Sungan menjadi salah satu bukti peradaban masa megalitik yang masih dapat ditemukan di Kabupaten Malinau. Monolit ini berdiri kokoh di tengah hamparan alam Lidung Payau, Kecamatan Kayan Selatan, dan hingga kini tetap menyimpan nilai sejarah serta makna budaya bagi masyarakat setempat.
Batu bersejarah tersebut berdampingan dengan beberapa batu tegak lainnya yang diduga memiliki fungsi ritual pada masa lampau. Ciri khasnya tampak pada pahatan sederhana menyerupai wajah, tangan, dan kaki, gaya ukiran yang mencerminkan tradisi megalitik khas Malinau.
Lokasi Batu Tegak Long Sungan juga berdekatan dengan situs Batu Lejiu Ayak, yang menampilkan dua ukiran manusia dalam posisi khas. Kedekatan dua situs ini menandakan bahwa kawasan Lidung Payau pernah menjadi pusat aktivitas budaya pada masa lampau, dengan jejak yang masih terpelihara hingga kini.
Pada tahun 2025, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malinau menetapkan Batu Tegak Long Sungan sebagai cagar budaya daerah. Hal ini bertujuan melindungi sekaligus memperkenalkan warisan arkeologis tersebut sebagai bagian dari sejarah kebudayaan Kalimantan Utara.
Batu Tegak Long Sungan menjadi daya tarik wisata budaya yang menggambarkan perjalanan panjang manusia pedalaman dalam membangun identitas dan sistem kepercayaan. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa peradaban di pedalaman menyimpan cerita dari masa ribuan tahun silam.
Sumber : Disbudpar Malinau.
Monolit Batu Tegak Long Sungan di Kayan Selatan






