Lensantara.com : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang memperkuat sinergi dengan masyarakat adat dalam upaya menjaga kelestarian hutan di wilayah perbatasan. Langkah ini ditandai dengan kunjungan Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, ke rumah adat Dayak Lundayeh yang dikelola budayawan Elyas Yesaya di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.
Dalam kunjungan itu, kedua pihak berdialog mengenai pelestarian budaya dan peran kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam. Seno menilai, keterlibatan masyarakat adat merupakan bagian penting dalam pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.
“Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang bukan hanya memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi juga menyimpan warisan budaya masyarakat adat yang telah hidup dan menjaga alam ini selama berabad-abad,” ujar Seno Pramudito. Ia menegaskan, konservasi tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan nilai-nilai budaya lokal.
Elyas Yesaya, selaku tokoh adat Lundayeh, menyampaikan bahwa masyarakat di Krayan telah lama mempraktikkan cara hidup yang menghormati alam. “Nilai-nilai adat kami mengajarkan untuk mengambil secukupnya dan menjaga keseimbangan lingkungan. Itu yang terus kami wariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.
Balai TNKM berharap kolaborasi antara pengelolaan taman nasional dan masyarakat adat dapat terus diperkuat. Pendekatan berbasis budaya diharapkan mampu menciptakan model konservasi yang bukan hanya melindungi ekosistem, tetapi juga memberdayakan komunitas adat di wilayah perbatasan Indonesia.
Kayan Mentarang Kuatkan Peran Adat dalam Konservasi Hutan Perbatasan






