Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Konservasi, TNKM Serap Masukan Masyarakat Adat Wilayah Kurid

Coffee Morning.
Coffee Morning Balai TNKM bersama masyarakat adat di wilayah Kurid.

Lensantara.com : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) memperkuat kolaborasi pengelolaan kawasan konservasi melalui agenda coffee morning di wilayah Kurid, Kecamatan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan. Aspirasi dan masukan masyarakat adat yang tinggal berdampingan dengan kawasan konservasi diserap.

‎Wilayah Kurip sendiri mencakup enam desa, tiga diantaranya merupakan desa binaan Balai TNKM. Topik utama diskusi mencakup evaluasi perkembangan program yang telah dilaksanakan serta mengetahui hambatan yang ditemui masyarakat.

‎Tokoh masyarakat, kepala desa, dan Kepala Adat Besar Krayan Barat menyampaikan sejumlah persoalan dan harapan terkait pengelolaan kawasan TNKM ke depan. Mereka menilai sejumlah program perlu disesuaikan kembali agar lebih sejalan dengan dinamika kebutuhan masyarakat adat.

‎Kepala Adat Besar Krayan Barat, Baru Ating, meminta peningkatan program pemberdayaan dan dukungan ekonomi di wilayahnya. “Saya berharap Balai TNKM bisa meningkatkan lagi program dan bantuan yang melibatkan masyarakat, karena beberapa tahun belakangan intensitasnya dirasa kurang,” ujarnya.

‎Kepala Desa Buduk Kubul, Arifin, menuturkan perkembangan pemanfaatan bantuan alat pertanian yang telah diterima sebelumnya. “Handtractor dan mesin giling padi kami gunakan untuk menunjang pengolahan lahan dan pascapanen, dan itu membantu aktivitas petani,” katanya.

‎Menanggapi masukan, Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, menyampaikan bahwa seluruh masukan akan menjadi bahan penguatan program pada tahun anggaran selanjutnya. “Terkait program dan bantuan yang dirasa kurang, kami akan mengupayakan peningkatan dan mengusulkannya agar dapat terakomodasi di anggaran TNKM tahun 2026,” ucapnya.

‎TNKM berharap komunikasi rutin dengan masyarakat adat dapat terus dibangun untuk menjaga pengelolaan kawasan konservasi berbasis kolaborasi. Upaya ini juga diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan pemerintah, termasuk ketahanan pangan dan hubungan yang selaras antara manusia dan alam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *