Lensantara.com : Padi Keluarga dikenal sebagai salah satu varietas padi lokal yang berkembang di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Varietas ini termasuk kelompok indica.
Dibudidayakan sejak awal 2000-an di sejumlah desa, mulai dari Pulau Sapi, Tanjung Lapang, Malinau Seberang, Sempayang, Sesua, hingga Setulang dan Lidung Keminci. Tanaman padi ini memiliki umur sekitar 95 hari setelah tanam.
Tingginya berkisar 115–140 cm dengan batang berwarna hijau kekuningan. Bentuk gabahnya tergolong kecil hingga sedang, sementara jumlah anakan malai rata-rata mencapai 26–34 batang per rumpun.
Dalam kondisi optimal, Padi Keluarga mampu menghasilkan 335–361 butir gabah per malai, dengan berat 1.000 butir sekitar 22,6 gram. Produktivitasnya umumnya berada di kisaran 6 ton per hektare.
Meski hasilnya stabil, varietas ini memiliki kelemahan seperti bobot gabah yang tidak terlalu berat dan kecenderungan gabah rontok pada proses perontokan. Padi Keluarga tetap dianggap memiliki peran strategis bagi pertanian lokal.
Varietas ini mendukung ketahanan pangan daerah melalui pola tanam yang relatif singkat serta hasil panennya yang dapat diprediksi. Potensi pengembangannya meliputi pengolahan beras lokal, peningkatan promosi produk, dan diversifikasi olahan yang dapat memperkuat identitas pangan khas Malinau.
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Malinau.
Padi Keluarga, Varietas Padi Lokal Malinau






