Lensantara.com, Malinau : Libur akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk menjelajahi destinasi wisata berbasis alam dan budaya di Kabupaten Malinau. Salah satu pilihan menarik adalah Desa Wisata Long Loreh.
Desa ini menawarkan pengalaman wisata edukatif sekaligus kearifan lokal masyarakat Dayak Kenyah. Desa Long Loreh terletak di Kecamatan Malinau Selatan, merupakan ibu kota kecamatan tersebut.
Jarak tempuh dari Kota Malinau menuju desa ini sekitar dua jam perjalanan darat. Akses yang relatif mudah membuat Long Loreh cocok dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Sebagai desa wisata, Long Loreh menyediakan berbagai paket kunjungan. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, paket wisata ditawarkan mulai dari Rp600 ribu per orang dengan minimal empat peserta.
Fasilitas yang disediakan meliputi transportasi, pemandu ekowisata, dua kali makan, homestay, serta cendera mata khas desa. Aktivitas wisata yang ditawarkan juga cukup beragam.
Wisatawan dapat mengikuti edukasi kerajinan anyaman, mengenal seni dan budaya Dayak Kenyah, hingga menikmati trekking menuju Air Terjun Sungai Udang yang menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung.
Daya tarik alam lainnya adalah Gunung Sidi, yang dapat dicapai dengan trekking sekitar satu jam. Dari puncak gunung, pengunjung disuguhi pemandangan alam perbukitan yang masih alami dan menjadi spot favorit bagi pencinta wisata alam.
Identitas budaya masyarakat Long Loreh juga terlihat dari keberadaan rumah adat Lamin dan Monumen Cakimet. Unsur budaya tersebut menjadi simbol kehidupan masyarakat Dayak Kenyah yang hingga kini masih menjaga nilai-nilai leluhur dalam keseharian mereka.
Upaya pelestarian budaya dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat bersama POKDARWIS setempat. Salah satunya melalui kegiatan rutin bertajuk “Kelas Warisan Hidup & Sapa Budaya” yang digelar setiap akhir bulan untuk mewariskan seni, musik, serta tradisi adat kepada generasi muda.
Setiap bulan Desember, Desa Wisata Long Loreh menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat. Berbagai perlombaan tradisional, hiburan rakyat, hingga kegiatan Pemung Kuman atau makan bersama digelar sebagai puncak perayaan budaya tahunan.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata alam sekaligus mengenal lebih dekat budaya Dayak Kenyah, Desa Wisata Long Loreh menjadi destinasi yang layak dikunjungi saat libur akhir tahun maupun momen liburan lainnya.






