Longboat Pedalaman Kembali Alami Insiden di Giram NTA Liang

Giram NTA Liang
Insiden longboat gagal melewati giram NTA Liang Sungai Bahau, Kabupaten Malinau, Rabu (07/01/2026). Foto : Roni Manan

Lensantara.com, Malinau – Sebuah longboat yang melayani jalur pedalaman di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara kembali mengalami insiden saat melintas di Giram NTA Liang, Sungai Bahau, Kecamatan Pujungan, Rabu (7/1/2026) pagi.

Perahu milik Jiu Sering dari Desa Pujungan yang didorong kekuatan lima mesin itu kehilangan kemampuan melaju akibat gangguan pada salah satu mesin di tengah arus sungai yang kuat.

Bacaan Lainnya

Perahu tersebut mengangkut kebutuhan sembako untuk warga pedalaman. Menurut warga setempat, Roni Manan, laju perahu melemah ketika berada di area giram sehingga air mulai masuk ke dalam badan perahu.

“Di giram itu mesinnya tidak bekerja maksimal, sementara arus deras. Air masuk cukup banyak dan perahu sempat terdorong ke belakang,” tuturnya saat dikonfirmasi.

Longboat dengan lima mesin itu nyaris penuh oleh air. Namun, berkat upaya motoris, perahu berhasil diarahkan ke tepi sungai, dan penumpang selamat.

Kondisi badan perahu dan mesin dilaporkan masih dapat digunakan, sementara barang bawaan penumpang sebagian besar basah. “Kerugian besar tidak ada, hanya barang-barang yang terkena air,” tambah Roni.

Diketahui, perjalanan longboat dimulai dari Tanjung Selor sehari sebelumnya dan sempat bermalam di rumah singgah di sekitar Giram NTA Liang. Pada pagi hari, perahu melasir muatan sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah tujuan.

Insiden ini kembali menyoroti tingkat risiko pelayaran di titik giram tersebut. Sebelumnya, pada 23 Desember 2025 lalu, sebuah longboat bermuatan sekitar satu ton dilaporkan karam di lokasi yang sama akibat kuatnya arus.

Meski tidak ada korban jiwa, namun enam mesin tempel tenggelam dan badan perahu rusak berat. Giram NTA Liang merupakan jalur penting bagi mobilitas warga serta distribusi logistik antardesa di wilayah Sungai Bahau.

Berulangnya kejadian di lokasi ini memunculkan kekhawatiran akan keselamatan pelayaran. Pemerintah Kabupaten Malinau bersama TNI AD sebelumnya telah melakukan upaya peledakan di area giram untuk mengurangi kekuatan arus.

Meski demikian, kondisi alam Sungai Bahau yang dinamis membuat kewaspadaan tetap menjadi faktor utama bagi setiap motoris yang melintas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *