Tak Terdampak Efisiensi, Malinau Agendakan Safari Ramadan

Rapat pembentukan panitia.
Asisten Bidang pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malinau, Kamran Daik memimpin rapat pembentukan pantai Safari Ramadan Pemkab Malinau 1447 H, di kantor Bupati, Rabu (14/01//2026). Foto : Lensantara.

Lensantara.com, Malinau – Kebijakan efisiensi anggaran tidak menghentikan pelaksanaan agenda keagamaan tahunan Pemerintah Kabupaten Malinau.

Safari Ramadan tetap dilaksanakan tahun ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga nilai spiritual dan pelayanan kepada masyarakat.

Jika mengacu pada kalender hijriah, Ramadan kali ini diperkirakan jatuh antara tanggal 19 atau 20 Februari 2026.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malinau, Kamran Daik, mengatakan pihaknya kini dalam proses persiapan pelaksanaan safari.

“Kemarin kami ada pertemuan dengan Wakil Bupati di ruang beliau dan disarankan segera membentuk kepanitiaan Safari Ramadan. Makanya kami langsung membawa ini dalam rapat,” kata Kamran, Rabu (14/01/2026).

Kamran Daik
Kamran Daik

Safari Ramadan merupakan agenda rutin tahunan pemerintah daerah. “Efisiensi tidak berdampak signifikan apabila kegiatan dilaksanakan dengan keikhlasan,” tegasnya.

Dalam pembentukan kepanitiaan, Kamran menegaskan agar persoalan anggaran tidak dijadikan hambatan. “Meski dalam situasi efisiensi, kegiatan ini tetap berjalan, karena berangkat dari panggilan hati nurani kepada Sang Pencipta, Allah SWT,” ucapnya.

Terkait teknis pelaksanaan, Kamran menyebutkan bahwa dari total 41 masjid yang ada di Kabupaten Malinau, kunjungan tidak dilakukan ke seluruh masjid.

Pemkab Malinau memprioritaskan masjid yang belum pernah dikunjungi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dikunjungi semua tentu tidak. Kita lakukan bergiliran seperti tahun-tahun lalu, masuk ke masjid-masjid yang belum kita kunjungi,” ujarnya.

Pengecualian untuk empat masjid besar di Malinau Kota dan Utara, yakni Masjid Wasiatul Islam, Masjid Agung, dan Masjid An-Nur, serta Masjid A-Taqwa, dipastikan tetap masuk agenda kunjungan.

“Kita bukan fokus besar atau kecilnya masjid, karena jemaahnya sama,” pungkas Kamran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *