Rusak, Akses Jembatan Malinau Dibatasi Maksimal Delapan Ton

Jembatan Malinau
Jembatan Malinau dipasangi tanda larangan melintas bagi kendaraan di atas 8 ton, Selasa (03/02).Foto : Lensantara.com

Lensantara.com, Malinau – Akses utama di Jembatan Malinau kini dalam pengawasan ketat. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara resmi memberlakukan pembatasan beban maksimal 8 ton mulai Selasa (3/2/2026), menyusul kerusakan spada struktur jembatan yang terjadi awal Februari ini.

Kronologi Kejadian: Insiden Tak Terduga

Kerusakan ini bermula pada Minggu (1/2/2026) pagi. Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polres Malinau, IPTU Dhea Gustriwidia Ningrum, insiden terjadi saat proses pengawalan alat berat berupa bulldozer. Bagian blade (pisau) alat berat tersebut secara tidak sengaja menghantam kerangka jembatan.

Bacaan Lainnya

“Kejadian ini murni ketidaksengajaan. Pengawalan sebenarnya sudah sesuai SOP dengan jarak sekitar 300 meter,” jelas IPTU Dhea kepada media ini.

Detail Kerusakan Struktur

Dampak benturan tersebut cukup signifikan. Hasil inspeksi menunjukkan:

  • Deformasi Rangka: Dua kerangka utama pada jalur kiri menuju Malinau Seberang mengalami perubahan bentuk (deformasi) dan goresan.

  • Pergeseran Penyangga: Dua bentangan penyangga pendukung sempat bergeser dari posisi asalnya, yang memicu kekhawatiran atas stabilitas struktur jembatan.

Respons Cepat dan Aturan Baru

Selain pembatasan beban 8 ton, petugas telah memasang rambu peringatan di lokasi. Pengendara dilarang keras untuk:

  1. Berhenti di tengah jembatan.

  2. Melaju secara beriringan (konvoi) di atas struktur yang rusak.

Satlantas Polres Malinau kini tengah mengintensifkan pengamanan di titik lokasi untuk memastikan arus lalu lintas tetap kondusif. Sementara itu, pihak pemilik alat berat dinyatakan bertanggung jawab penuh atas proses perbaikan hingga tuntas, di bawah pengawasan ketat BPJN dan Dinas terkait.

Suara Masyarakat

Ridwan, salah satu warga yang rutin melintas, menyambut baik langkah pembatasan ini meski berharap adanya perbaikan permanen secepatnya. “Jujur merasa was-was sejak rusak. Pembatasan ini bagus untuk keamanan, tapi kami butuh solusi jangka panjang,” ungkapnya.

Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi rambu yang ada demi keselamatan bersama di Jembatan Malinau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *