Lensantara.com, Malinau – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malinau membahas persiapan menyambut bulan suci Ramadan 1447 H. Melalui rapat koordinasi tahap pertama, disepakati bahwa agenda rutin seperti Safari Ramadan dan penyesuaian jadwal pendidikan akan menjadi prioritas.
Safari Ramadan dan Tarawih Keliling
Program Safari Ramadan tahun ini dipastikan akan kembali menyambangi masjid-masjid di wilayah Malinau sebagai program kolaborasi dengan Pemerintah Daerah.
- Sinergi Bantuan: Agenda ini biasanya dirangkai dengan penyerahan bantuan operasional bagi rumah ibadah yang dikunjungi.
- Waktu Pelaksanaan: Kegiatan diprediksi mulai berjalan pada 24 Februari hingga 15 Maret.
“Safari Ramadan itu bentuknya kita tarawih dari masjid ke masjid. Di Pemda biasanya itu mengikutkan sekalian bantuan untuk masjid-masjid itu,” ungkap Kepala Kemenag Malinau, Sapriansyah Alie.
Jadwal Libur dan Pesantren Ramadan
Kemenag juga menyusun estimasi kalender pendidikan, di mana libur awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 16 hingga 23 Februari, sementara masa belajar kembali aktif pada 24 Februari.
- Program Edukasi: Selama masa belajar di bulan puasa, sekolah tetap didorong melaksanakan pesantren kilat.
- Kegiatan Variatif: Materi edukasi mencakup pendalaman Al-Qur’an, kajian ustadz, hingga pelaksanaan salat malam bersama.
“Awal Ramadan tentu kita belum bisa melaksanakan (pesantren kilat) karena liburan. Nah, begitu mereka masuk itu juga otomatis berjalan program Ramadan di sekolah-sekolah termasuk di madrasah,” jelasnya.
Penentuan Kadar Zakat
Terkait penetapan kadar zakat, Kemenag masih akan melakukan koordinasi lanjutan bersama instansi terkait dan organisasi keagamaan seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah. Nilai zakat fitrah baru akan ditetapkan saat memasuki 10 hari terakhir Ramadan.
“Kadar zakat nanti memasuki 10 akhir Ramadan baru kita tentukan. Kita biasanya bekerja sama dengan Baznas, MUI, Muhammadiyah, dan NU melalui diskusi pertemuan untuk menentukan hasilnya,” tutup Sapriansyah.






