Lensantara.com, Malinau – Diyakini sebagai salah satu sekolah favorit membawa konsekuensi tersendiri bagi SMP Negeri 2 Malinau Kota. Setiap tahun, jumlah pendaftar di sekolah ini selalu melampaui kapasitas rombongan belajar (rombel) yang tersedia.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau mengusulkan penambahan tiga rombel baru pada tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Fiteriady, menyebut langkah ini sebagai antisipasi jangka panjang agar sekolah tersebut siap menghadapi lonjakan pendaftar pada tahun ajaran berikutnya.
“Ketika kami tahu SMP 2 itu sudah menjadi favorit, dan akan bersaing dengan SMP 1 dengan pendaftarnya, kita berusaha untuk menambah rombel, sehingga tahun depan ketika ada lonjakan kita sudah siap,” ujarnya.
Fiteriady menyebut, SMP Negeri 2 Malinau Kota menjadi incaran calon peserta didik karena sejumlah faktor. Lokasinya yang berada di pusat kota serta kedekatannya dengan sejumlah Sekolah Dasar berlulusan besar menjadi salah satu daya tarik.
Prestasi peserta didik di bidang non-akademik turut mendongkrak nama sekolah ini di mata orang tua. “Mulai ada prestasi anak didiknya di luar akademik. Jadi selain dia di pusat kota, ternyata SD di sekitaran SMP 2 itu kan juga banyak lulusannya,” kata Fiteriady.
Dengan penambahan tiga rombel baru, jumlah rombel di SMP Negeri 2 Malinau Kota bertambah dari empat menjadi tujuh. Kapasitas penerimaan siswa baru tahun ini sendiri sebenarnya hanya 128 siswa untuk empat rombel, namun sempat dinaikkan menjadi 144 siswa lewat diskresi.
Menurut Fiteriady, diskresi tersebut sifatnya hanya solusi sementara. Penambahan rombel secara permanen dinilai menjadi jawaban yang lebih solutif untuk persoalan kuota di sekolah tersebut.
Penambahan rombel ditopang dana Ruang Kelas Baru (RKB) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pusat yang disalurkan langsung ke sekolah. “Nambah bangunan jadi dua tingkat kalau nggak salah, dana Refit ini dana dari pusat langsung ke sekolah, kami hanya bisa memfasilitasi, kemudian melihat perkembangan bangunan seperti apa,” jelas Fiteriady.
Ia menyebut, usulan anggaran tersebut sudah diajukan sejak siklus pengajuan tahun sebelumnya dan kini masih terus berproses. Fiteriady mengaku bersyukur usulan itu disetujui pusat pada tahun ini.
Fiteriady optimistis, kombinasi penambahan rombel akan membuat SMP Negeri 2 Malinau Kota tak lagi menghadapi masalah kuota pada tahun ajaran mendatang, meski proyeksi jumlah lulusan Sekolah Dasar di sekitar sekolah ini pada tahun depan pun diperkirakan relatif sama dengan tahun ini.
“Karena kita sudah nambah rombel, hitungan kami tahun depan jumlah siswa SD-nya juga masih kurang lebih seperti tahun ini. Jadi kalau ada lonjakan ya tidak masalah,” katanya.
Langkah ini, menurut Fiteriady, menjadi bagian dari strategi Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau untuk mencegah polemik daya tampung terulang pada penerimaan siswa baru di tahun-tahun berikutnya.
