Produktivitas Cempedak Malinau, Varietas Unggulan Lokal

Lensantara, Malinau: Cempedak Malinau dikenal sebagai salah satu varietas unggulan lokal yang memiliki produktivitas tinggi.

‎Buah ini dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Malinau dan banyak diminati karena rasa manis serta teksturnya yang lembut.

‎Varietas ini ditetapkan melalui SK Menteri Pertanian No. 332/Kpts/TP.240/6/2003, dengan pohon induk berasal dari Desa Batu Ujang-Ujang, Kecamatan Malinau Utara.

‎Cempedak Malinau memiliki bentuk buah bulat memanjang, berkulit hijau kekuningan saat matang, dengan ukuran mencapai 30–40 cm dan berat rata-rata 4–7 kilogram per buah.

‎Produktivitas tanaman ini cukup tinggi. Pada dataran rendah, hasil panen mencapai 400–600 buah per hektare per tahun. Sementara di dataran lebih tinggi, produksinya dapat mencapai 700–900 buah per tahun.

‎Karakter tersebut menjadikan cempedak Malinau sebagai salah satu komoditas hortikultura potensial untuk dikembangkan.

‎Daging buah berwarna kuning dengan aroma yang khas, serta kandungan gizi yang terdiri dari vitamin A dan C, karbohidrat, dan protein.

‎Selain dikonsumsi langsung, cempedak juga banyak diolah menjadi berbagai produk pangan olahan seperti gorengan, dodol, dan es krim.

‎Pengembangan budidaya cempedak Malinau dinilai memiliki manfaat ekonomi bagi petani lokal dan membuka peluang usaha di sektor pengolahan hasil.

Pos terkait