Lensantara.com, Malinau – Kepolisian Resor (Polres) Malinau memetakan enam titik pos pelayanan dan pengamanan untuk menyambut arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah. Penempatan pos ini dirancang secara strategis guna menjamin kelancaran jalur transportasi udara, darat, hingga perbatasan.
Sebaran Titik Pelayanan dan Pengamanan
Operasi Ketupat Kayan 2026 yang berlangsung selama 13 hari (13-25 Maret) ini menempatkan personel di lokasi-lokasi dengan mobilitas massa tertinggi di Malinau.
- 3 Pos Pelayanan Utama: Terletak di Bandara, Terminal, dan Pelabuhan.
- 2 Pos Pengamanan Khusus: Disiagakan di wilayah perbatasan Salap dan Sesua.
- 1 Pos Terpadu: Berpusat di Mako Polres Malinau sebagai pusat kendali.
“Kami sudah menyusun kekuatan sebanyak 39 personel untuk Operasi Ketupat Kayan yang akan tersebar di enam pos tersebut,” ungkap Kabag Ops Polres Malinau, IPTU Mardiman, Senin (2/3/2026).
Fokus Pelayanan Orang dan Barang
Keberadaan pos-pos ini tidak hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga sebagai pusat bantuan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh melintasi jalur Transkaltara.
- Objek Pengamanan: Meliputi orang, barang bawaan, dan tempat-tempat vital.
- Prioritas Jalur: Jalur penghubung Nunukan hingga Tanjung Selor dan akses menuju Kalimantan Timur.
- Puncak Arus: Antisipasi kepadatan pada 13-15 Maret (mudik) dan 27-28 Maret (balik).
Mitigasi Keamanan Lingkungan
Selain penjagaan di pos fisik, personel yang bertugas juga akan melakukan pengawasan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggal pemudik guna mencegah aksi pencurian.
- Patroli Sektoral: Personel dari pos terdekat akan menyisir permukiman.
- Edukasi Warga: Masyarakat diimbau melapor atau memastikan rumah terkunci rapat sebelum menuju pos keberangkatan (Bandara/Pelabuhan).
“Fokus utama kami adalah memastikan aktivitas ibadah dan mobilitas mudik-balik berlangsung aman dan kondusif melalui pos-pos yang tersedia,” tambah IPTU Mardiman.






