Lensantara.com, Malinau – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, melantik Theofilus Yoel Lufung sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Intimung periode 2026-2031. Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Laga Fratu, Kantor Bupati Malinau, pada Kamis (16/04/2026).
Theofilus terpilih sebagai pucuk pimpinan badan usaha milik daerah tersebut setelah melalui rangkaian seleksi terbuka.
Harapan Besar pada Profesionalisme dan Inovasi
Bupati Malinau menegaskan bahwa pengisian jabatan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan di jajaran direksi Perumda usai pengunduran diri pejabat lama.
Ia berharap direktur baru dapat mengimplementasikan strategi bisnis yang matang untuk mengoptimalkan penyertaan modal dari APBD.
- Pengelolaan Profesional: Sebagai badan usaha, Perumda harus siap menghadapi risiko untung dan rugi dengan perhitungan bisnis yang presisi.
- Kolaborasi UMKM: Perumda didorong untuk menggandeng pelaku usaha lokal demi memperkuat ekonomi kerakyatan.
- Efisiensi Operasional: Penggunaan sumber daya harus dilakukan secara minimal namun tetap produktif.
“Perumda ini badan usaha, ada konsekuensi untung dan rugi. Jadi harus dikelola dengan baik dan profesional,” tegas Wempi usai pelantikan.
Bupati Malinau juga menambahkan bahwa keberadaan Perumda harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inovatif. Ia meminta pimpinan baru untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas, melainkan berani menciptakan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kita berharap dengan semangat dan gagasan baru, Perumda tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Malinau,” tambah Wempi.
Prioritas: Penguatan Tata Kelola Internal
Usai dilantik, Theofilus Yoel Lufung menyatakan bahwa langkah pertamanya bukanlah ekspansi bisnis secara agresif, melainkan pembenahan total di tubuh organisasi. Ia menilai fondasi internal yang sehat merupakan syarat mutlak sebelum melakukan pengembangan usaha.
- Evaluasi Manajerial: Melakukan peninjauan ulang terhadap struktur direksi dan manajer berbasis kapasitas SDM.
- Prinsip GCG: Menerapkan Good Corporate Governance untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik.
- Penundaan Ekspansi: Memastikan seluruh unit usaha berjalan efektif sebelum memutuskan pelebaran sayap bisnis di masa depan.
“Kita tidak bicara ekspansi dulu, tapi fokus ke tata kelola internal,” ujar pria kelahiran Long Bia tahun 1986 tersebut.
Profil Akademik dan Pengalaman
Theofilus dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang sangat kuat. Selain gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Teknologi Yogyakarta, ia juga memiliki keahlian di bidang Teknik Sipil dan Arsitektur. Pengalaman profesionalnya mencakup:
- Bidang Konstruksi: Pernah menjabat sebagai praktisi konsultan dan direktur perusahaan jasa konsultansi.
- Pemberdayaan Masyarakat: Pengalaman sebagai Koordinator Kabupaten BSPS dan Fasilitator Teknik Pamsimas di Malinau.
- Aktif Berorganisasi: Menjabat sekretaris PII Malinau, aktif di IAI, hingga terlibat dalam Lembaga Adat Lundayeh.
Kombinasi antara keahlian teknis dan manajerial ini diharapkan mampu membawa Perumda Intimung keluar dari tantangan operasional dan bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang kompetitif.






