Kapolda Buka Suara Soal Penurunan Kuota Seleksi Polri di Kaltara

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Agus Wijayanto menjawab pertanyaan wartawan saat kunjungan kerjanya di Malinau.
Kapolda Kaltara, Irjen Pol Agus Wijayanto menjawab pertanyaan wartawan saat kunjungan kerjanya di Malinau. FOTO: Lensantara.com

Lensantara.com, Malinau – Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Agus Wijayanto buka suara terkait penurunan kuota penerimaan anggota Polri di Kalimantan Utara yang kini hanya sekitar 60 orang untuk seluruh wilayah Kaltara. Saat dikonfirmasi awak media, ia mengungkapkan, penyusutan kuota tersebut berkaitan dengan pertimbangan pengelolaan keuangan negara.

“Kuota di Kaltara ini memang ada penurunan, sekarang sekitar 60 seluruh Kaltara. Ini sebelumnya mungkin lebih, karena ada pertimbangan-pertimbangan tentang keuangan, keuangan negara,” kata Agus saat melakukan kunjungan kerja di Malinau, Jumat (21/8/2026).

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena kesempatan putra-putri daerah untuk menembus seleksi anggota Polri dalam beberapa periode terakhir dinilai semakin terbatas. Harapan terhadap keterwakilan anak daerah juga cukup besar di Malinau.

Selain menjadi salah satu wilayah perbatasan, kabupaten ini merupakan lokasi Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltara. Keberadaan SPN belum berbanding lurus dengan jumlah peserta asal Malinau yang mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri.

Menanggapi persoalan tersebut, Irjen Pol Agus Wijayanto mengatakan, Polda Kaltara menyiapkan akan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbesar peluang putra daerah dalam proses rekrutmen. Mulai dari penguatan kesiapan calon peserta sampai mengupayakan penambahan kuota.

Dari sisi pembinaan, Polda Kaltara akan memperluas pendampingan kepada calon peserta sebelum mereka memasuki rangkaian seleksi. Bimbingan akan diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai tahapan tes sekaligus membantu peserta mempersiapkan diri secara lebih matang.

“Kita akan lakukan bimbingan belajar pada adik-adik kita. Kita akan memberikan pemahaman untuk nanti bisa mengikuti tes, biar siap,” ujarnya.

Pembinaan tersebut, kata Agus, juga menyasar lingkungan sekolah dan desa. Polda Kaltara akan turun langsung memberikan pemahaman mengenai mekanisme seleksi kepada calon peserta di daerah.

Di sisi kelembagaan, Polda Kaltara berencana menyampaikan usulan peningkatan kuota kepada Divisi Sumber Daya Manusia Mabes Polri. “Kita ke luarnya, kita akan bersurat kepada SDM Mabes Polri untuk ada peningkatan kuota untuk Kaltara,” tutur Agus.

Menurutnya, kebutuhan penambahan personel di Kaltara juga menjadi alasan penting di balik upaya tersebut. Ia mengungkapkan, jumlah personel yang tersedia saat ini baru berada di sekitar 40 persen dibandingkan kebutuhan ideal.

“Kalau menurut harusnya kita misalnya sekarang 100 persen, sekarang itu baru terisi 40 persen. Nah ini kan perlu ada penambahan-penambahan personel,” jelasnya.

Dengan begitu, putra-putri daerah tidak hanya memperoleh kesempatan mengikuti seleksi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkompetisi dalam seluruh tahapan penerimaan anggota Polri.

“Jadi kita bisa bersaing, mampu bersaing dengan arti kebaikan ya. Untuk kita rekrutmen dengan tahap itu, kita bisa mengikuti,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *