Balai TNKM Perkuat Kolaborasi, Lindungi Kawasan Konservasi Perbatasan

Kunjungan ke perbatasan.
Kunjungan kerja Kepala Balai TNKM ke Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

Lensantara.com : Upaya menjaga kelestarian kawasan konservasi terus dilakukan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). Dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Krayan dan Pos TNI Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Long Midang, Kabupaten Nunukan, Kepala Balai TNKM Seno Pramudito, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam perlindungan hutan perbatasan Indonesia–Malaysia.

‎Kunjungan ini diisi dengan pertemuan antara pihak Balai TNKM, pemerintah kecamatan Krayan, dan unsur TNI yang bertugas di perbatasan. Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah kolaboratif, mulai dari pelaksanaan patroli bersama, pengawasan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan konservasi, hingga pencegahan aktivitas ilegal lintas negara.

‎Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, mengatakan kawasan Kayan Mentarang memiliki posisi strategis tidak hanya dari sisi ekologis, tetapi juga dari segi keamanan nasional. “Taman Nasional Kayan Mentarang merupakan kawasan konservasi terluas di Kalimantan Utara dengan luas 1,27 juta hektare. Karena sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Malaysia, maka perlindungan kawasan ini juga berarti menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, kolaborasi dengan unsur TNI dan pemerintah daerah menjadi langkah penting agar upaya konservasi dan keamanan perbatasan berjalan seimbang. “Kami berkomitmen memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor agar patroli bersama, pengawasan lapangan, serta keterlibatan masyarakat dapat berjalan efektif. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan kawasan tetap lestari, aman, dan berkelanjutan demi alam dan kedaulatan bangsa,” jelasnya.

‎Sementara itu, Wadanpos Satgas Pamtas Armedyon IV Pahrayangan, Mayor Ahmad Hufaizam, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya tersebut. “TNI siap bersinergi dengan Balai TNKM dalam menjaga kawasan konservasi yang sekaligus menjadi batas negara. Langkah kolaboratif ini sangat penting agar pengamanan wilayah dan perlindungan hutan dapat berjalan selaras,” ungkapnya.

‎Mayor Ahmad menegaskan, kerja sama lintas lembaga menjadi kunci menciptakan keamanan dan stabilitas di kawasan perbatasan. “Melalui sinergi ini, tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak bisa berjalan lebih efektif, sehingga tercipta kondisi yang aman dan mendukung kelestarian hutan sekaligus kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *