Lensantara.com, Malinau – Kapolda Kalimantan Utara menyoroti sejumlah potensi kerawanan di wilayah perbatasan saat berkunjung ke Malinau selama dua hari.
Irjen Pol Agus Wijayanto menegaskan menjaga Kalimantan Utara tetap aman menjadi prioritas program kerjanya sebagai Kapolda baru di Kalimantan Utara. Dimulai dari pemetaan menyeluruh atas titik-titik rawan di sepanjang perbatasan.
“Yang pertama bahwa kita harus bisa menjamin dan berusaha secara maksimal Kaltara harus aman,” ujar Agus saat ditemui di Markas Komando (Mako) Polres Malinau, Jumat (21/8/2026). Ia menyampaikan hal itu di sela kunjungan kerja pertamanya ke Malinau sejak menjabat Kapolda Kaltara pada Juli 2026.
Malinau, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, masuk dalam radar perhatian khusus. Agus menyebut pergerakan orang dan barang yang keluar-masuk wilayah itu berpotensi menyimpan berbagai persoalan.
“Nah, Malinau ini adalah bagian wilayah perbatasan. Tentunya ada kerawanan dari luar masuk ke sini atau dari Indonesia, wilayah di Malinau masuk ke luar,” ujarnya.
Ia merinci sejumlah ancaman yang perlu diwaspadai, mulai dari peredaran narkoba dan barang ilegal hingga masuknya paham tertentu. Persoalan tenaga kerja migran dan dugaan perdagangan orang turut ia sebut sebagai isu yang harus dicarikan solusi bersama.
“Mulai dari narkoba, barang-barang, termasuk paham dan lain sebagainya, termasuk tenaga kerja, migran, ini harus betul-betul kita cari solusi,” tegasnya. Ia menambahkan, persoalan perdagangan orang juga perlu dipetakan secara khusus agar penanganannya tepat sasaran.
Menurut Agus, pemetaan kerawanan itu membutuhkan koordinasi lintas pihak. Persoalan perbatasan, katanya, bersinggungan dengan aspek sosial, ekonomi, dan mobilitas masyarakat, bukan sekadar urusan keamanan konvensional.
Kunjungan dua hari itu berlangsung sejak Kamis (20/8/2026), dengan sejumlah agenda, antara lain kunjungan ke Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, dan Sekolah Polisi Negara (SPN) di Malinau Barat.
Irjen Pol Agus juga turut menyoroti kekompakan yang ia temui di tengah masyarakat Malinau. Ia menilai kerukunan antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan aparat keamanan menjadi modal kondusifitas wilayah di Malinau.
“Saya melihat, saya begitu datang di Malinau ini luar biasa. Artinya, sudah bertemu dengan Pak Bupati, sudah bertemu dengan tokoh masyarakat, Forkopimda, alhamdulillah guyub rukun,” katanya.
Menurutnya, kerukunan yang tumbuh di Malinau menjadi bekal sosial yang berjalan beriringan dengan tugas menjaga keamanan perbatasan.






