Sikapi Protes Warga, ‎Desa Respen Tubu Evaluasi Pembangunan Kopdes

Lensantara.com, Malinau : Pemerintah Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, menggelar rapat evaluasi pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pada Jumat (05/12/).

‎Rapat tersebut digelar untuk merespons protes warga yang menolak lokasi pembangunan karena mengorbankan fasilitas olahraga desa.

‎Protes muncul setelah proyek pembangunan dimulai di area lapangan futsal dan lapangan sepak takraw, yang selama ini menjadi sarana aktivitas olahraga dan kegiatan pemuda.

‎Warga menilai perubahan fungsi lahan dilakukan tanpa musyawarah terbuka dan tanpa penyampaian informasi yang memadai kepada masyarakat.

‎Rapat berlangsung di kantor Desa Respen Tubu, melibatkan Kepala Desa, Ketua Kopdes Merah Putih, dan Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Malinau, serta staf Kecamatan Malinau Utara.

‎Pertemuan tersebut membahas kemungkinan solusi agar pembangunan Kopdes tetap terlaksana tanpa menimbulkan polemik yang lebih luas.

‎Kepala Desa Respen Tubu, Dole, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi telah melalui pemetaan teknis dan syarat minimal ketersediaan lahan 1.000 meter persegi.

‎“Karena wilayah ini tergolong sempit, kami tidak memiliki alternatif lahan luas seperti desa lain. Satu-satunya lahan yang memenuhi kriteria adalah aset desa yang saat ini difungsikan sebagai fasilitas olahraga,” jelasnya.

‎Dole menyebut pemerintah desa berada pada situasi sulit karena harus menyeimbangkan kebutuhan program nasional dan aspirasi masyarakat.

‎“Jika pembangunan dilaksanakan, kami diprotes warga. Jika tidak dilaksanakan, ada ancaman sanksi dari pusat berupa penahanan dana desa,” ungkapnya.

‎Kabid Koperasi dan UMKM Disperindagkop Malinau, Melani Indah, menegaskan bahwa pemerintah desa diberikan waktu untuk menyelesaikan perbedaan dengan warga sebelum melanjutkan pembangunan.

‎“Kami memberi beberapa hari kepada pemerintah desa untuk menyelesaikan permasalahan dengan warga. Jika tidak ditemukan solusi, maka kemungkinan pembangunan Kopdes dapat dibatalkan,” katanya.

‎Pemerintah desa memastikan terus mencari jalan tengah agar fasilitas olahraga tetap dapat dipertahankan tanpa menghalangi pembangunan koperasi.

‎“Kami ingin Kopdes tetap dibangun, namun fasilitas olahraga juga tetap ada. Ini yang sedang kami carikan jalan keluarnya,” tutup Dole.

Pos terkait