Pekerja Proyek Meninggal di Stadion Malinau, Sempat Keluhkan Sakit Lambung

Lensantara.com, Malinau – Irawan Abu Bakar (46), pekerja proyek pembangunan di kawasan Stadion Malinau, meninggal dunia setelah mengalami keluhan kesehatan pada Selasa (8/9/2026) dini hari.

‎Pria asal Sulawesi Selatan tersebut diketahui tinggal di kawasan proyek bersama sejumlah rekan sesama pekerja. Sebelum meninggal, Irawan sempat menyampaikan keluhan sakit pada bagian lambung kepada rekannya.

‎Kapolres Malinau melalui Kasi Humas Polres Malinau Aiptu Subandi mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi, kondisi korban mulai menurun sekitar pukul 04.00 Wita.

‎Saat itu, korban meminta bantuan rekannya untuk menghubungi keluarga karena merasa sudah tidak sanggup menahan sakit.

‎Rekan korban kemudian berupaya menghubungi keluarga sekaligus mencari bantuan. Namun, upaya tersebut tidak sempat membawa korban mendapatkan pertolongan medis.

‎Sekitar pukul 04.30 Wita, Irawan dinyatakan telah meninggal dunia. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima pihak kepolisian.

‎Personel Polres Malinau bersama Unit Identifikasi mendatangi kawasan Stadion Malinau untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.

‎Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur sederhana.

‎Polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan di sekitar tempat korban beristirahat, beserta dua lembar resep obat yang dikeluarkan fasilitas kesehatan pada Senin (7/9/2026).

Bacaan Lainnya

‎Menurut keterangan para saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit dan selama ini mengonsumsi obat-obatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

‎Pada pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan adanya tanda perlawanan ataupun bekas keributan yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.

‎Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Malinau untuk menjalani pemeriksaan luar. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‎Pemeriksaan juga menemukan luka pada telapak tangan kiri yang telah dibalut perban. Sebelumnya, korban dilaporkan mengalami pembengkakan pada bagian tangan setelah diduga digigit hewan.

‎“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, korban diduga meninggal bukan karena peristiwa tindak pidana,” kata Subandi.

‎Sementara itu, keluarga Irawan yang berada di Makassar telah menerima kabar mengenai kematiannya. Pihak keluarga menyatakan menerima kepergian korban dan menolak dilakukan autopsi.

‎Jenazah Irawan selanjutnya dibawa ke Makassar untuk dimakamkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *