Produksi Perikanan Darat Malinau Capai 101%, Setara Rp12 Miliar

Ikan patin hasil budidaya kelompok pembudidaya ikan di Minapolitan, Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara.
Ikan patin hasil budidaya kelompok pembudidaya ikan di Minapolitan, Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara. FOTO: LENSANTARA.COM

Lensantara.com, Malinau – Sektor perikanan darat Kabupaten Malinau mencatatkan capaian 101,33 persen dari target produksi sepanjang 2025. Nilai ekonominya diperkirakan setara hingga Rp12,28 miliar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau, Afri ST. Padan, mengatakan capaian tersebut berasal dari total produksi 323,23 ton sepanjang 2025. Target yang ditetapkan pemerintah daerah pada tahun itu sebesar 319 ton.

“Pada tahun 2025, produksi perikanan Malinau tercatat sebesar 323,23 ton dengan target 319 ton yang ditetapkan atau tercapai 101,33 persen,” ujar Afri, Selasa, (8/9/2026).

Ia menyebut, jika dikonversi dengan kisaran harga ikan budidaya rata-rata Rp32 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram, maka nilai produksi perikanan tahun 2025 tersebut setara dengan Rp10.343.360.000 hingga Rp12.282.740.000.

Tren positif berlanjut memasuki 2026, dengan kenaikan target tahunanmenjadi 332 ton. Hingga semester pertama 2026, produksi tercatat 140,14 ton atau 42,21 persen dari target, dengan nilai ekonomi diperkirakan Rp4,48 miliar hingga Rp5,33 miliar.

“Pertumbuhan produksi perikanan Malinau terutama ditopang oleh dua wilayah, yaitu Kecamatan Malinau Utara dan Kecamatan Malinau Kota,” ujar Afri.

Kawasan Minapolitan di Desa Malinau Seberang menjadi andalan produksi di Malinau Utara, sementara budidaya ikan nila berkembang di sentra Desa Malinau Kota. Dinas Perikanan juga membidik Malinau Barat, Mentarang, serta Malinau Selatan sebagai kawasan budidaya baru.

Meski capaian persentase dan nilai produksi terlampaui, Afri menilai sektor ini masih menyimpan pekerjaan rumah dari sisi sarana.

“Perikanan darat Malinau masih terus berkembang dan juga terus berbenah. Sarana perikanan masih banyak yang perlu ditata kembali, perlu dikembangkan agar lebih optimal lagi ke depannya,” ujarnya.

Pembenahan sarana dan perluasan kawasan budidaya menjadi fokus Dinas Perikanan Kabupaten Malinau ke depan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendongkrak capaian produksi maupun nilai ekonomi sektor perikanan darat secara berkelanjutan.

Pos terkait