Jelang Porprov, IMI Malinau Genjot Pembinaan Pembalap Muda

Atlet road race Kabupaten Malinau mengikuti sesi latihan dan pembinaan bersama di kawasan depan Kodim Malinau. Latihan rutin ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Porprov II Kaltara yang akan digelar di Malinau.
Atlet road race Kabupaten Malinau mengikuti sesi latihan dan pembinaan bersama di kawasan depan Kodim Malinau. Latihan rutin ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Porprov II Kaltara yang akan digelar di Malinau. FOTO : IMI MALINAU

LENSANTARA.COM, Malinau – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Malinau mulai mematangkan persiapan atlet road race menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) yang akan digelar di Kabupaten Malinau.

Pembinaan dilakukan secara rutin setiap Jumat dan Sabtu di kawasan depan Kodim Malinau. Latihan dijadwalkan berlangsung intensif hingga sekitar satu minggu sebelum pembukaan Porprov II Kaltara.

Bacaan Lainnya

Sekretaris IMI Kabupaten Malinau, Rury Ahmad Sururie mengatakan, program latihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis pembalap, tetapi juga membentuk kesiapan fisik dan mental atlet menghadapi pertandingan.

“Latihan sudah mulai berjalan. Kami mempersiapkan atlet secara bertahap, tidak hanya dari sisi teknik balap, tetapi juga fisik, mental, keberanian, disiplin dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat di lintasan,” ungkap Rury, Sabtu (3/10/2026).

Dalam cabang road race, IMI Malinau menyiapkan atlet untuk kelas 150 CC kategori perorangan dan beregu. Pembalap yang dibina berasal dari kelompok usia 12–18 tahun dan 19–23 tahun.

Rury menjelaskan, materi latihan mencakup kemampuan mengendalikan sepeda motor, teknik menikung, pengereman, akselerasi serta menjaga racing line. Atlet juga dibekali latihan stamina, konsentrasi, refleks, pengendalian emosi dan strategi balapan.

Menurutnya, kemampuan mengambil keputusan di lintasan menjadi bagian penting dalam pembinaan. Pembalap harus mampu membaca situasi dan menentukan tindakan dengan cepat tanpa mengabaikan keselamatan.

“Keberanian dalam balapan tentu penting, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan membaca situasi. Atlet harus tahu kapan melakukan overtaking, kapan mempertahankan posisi, bagaimana menjaga ritme dan bagaimana mengambil keputusan tanpa mengabaikan keselamatan,” jelasnya.

Selain kemampuan teknis, IMI Malinau memberikan perhatian terhadap kesiapan mental atlet. Persaingan antarpembalap dan perubahan kondisi yang cepat selama pertandingan dinilai membutuhkan konsentrasi serta mental bertanding yang baik.

Pembinaan juga memiliki nilai tersendiri bagi IMI Malinau karena seluruh atlet yang dipersiapkan merupakan putra daerah dan berdomisili di Kabupaten Malinau.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Atlet yang kami bina saat ini semuanya putra daerah dan tinggal di Malinau. Antusiasmenya juga cukup besar. Ini menunjukkan bahwa potensi olahraga balap motor di Malinau sangat terbuka untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Menjelang pertandingan yang diperkirakan berlangsung pada 14–15 November, IMI Malinau akan memasuki tahap pemantapan melalui karantina atlet.

Karantina tersebut disiapkan untuk menjaga kondisi fisik, fokus, pola istirahat, kedisiplinan dan kesiapan mental pembalap. Koordinasi antara atlet dan tim juga akan diperkuat menjelang pertandingan.

Pada tahap akhir, latihan akan diarahkan pada simulasi pertandingan, pematangan strategi, evaluasi kemampuan atlet, pengenalan karakter lintasan serta penerapan prosedur keselamatan.

Rury berharap pembinaan yang dilakukan dapat membuat atlet Malinau tampil optimal saat menjadi tuan rumah Porprov II Kaltara. Namun, capaian pertandingan bukan satu-satunya target yang ingin dibangun melalui program tersebut.

“Harapan kami, anak-anak Malinau tidak hanya menjadi peserta karena sebagai tuan rumah, tetapi benar-benar mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Yang paling penting adalah proses pembinaan berjalan dengan baik, atlet bertanding secara sportif, aman dan membawa nama Kabupaten Malinau dengan baik,” pungkasnya.

IMI Malinau berharap program pembinaan tersebut juga menjadi langkah awal untuk mengembangkan lebih banyak pembalap muda daerah yang dapat berkompetisi di tingkat provinsi maupun jenjang yang lebih tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *