Layanan Pasang Ring Jantung di Malinau Tinggal Tunggu Alat

Lensantara.com, Malinau – Warga Kabupaten Malinau yang membutuhkan tindakan intervensi jantung nantinya tidak lagi harus selalu dirujuk ke luar daerah. RSUD Malinau tengah menyiapkan layanan catheterization laboratory (CATHLAB) yang salah satunya diproyeksikan melayani pemasangan ring jantung.

Kesiapan layanan tersebut kini telah didukung tenaga medis yang sebelumnya menjalani pelatihan khusus di Shanghai, China. Dokter spesialis jantung RSUD Malinau yang mengikuti pelatihan CATHLAB telah kembali dan siap bergabung dalam tim pelayanan.

Direktur RSUD Malinau, dr. Anak Agung Gde Dwipa Byantara mengatakan, persiapan sumber daya manusia telah dilakukan secara bertahap. Selain dokter, rumah sakit juga telah menyiapkan tenaga perawat yang nantinya mendukung pelaksanaan tindakan di ruang CATHLAB.

“Dokter yang kami kirim ke Shanghai, China untuk pelatihan CATHLAB, kursus CATHLAB, pemasangan ring jantung itu sudah kembali. Jadi kami tinggal menunggu alat dari Kemenkes,” ujar dr. Agung, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, dokter tersebut sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan spesialis jantung sebelum mendapatkan pelatihan khusus untuk mendukung pelayanan intervensi jantung menggunakan fasilitas CATHLAB.

Sementara untuk tenaga keperawatan, RSUD Malinau juga telah mengirim perawat untuk mendapatkan persiapan yang diperlukan. Dengan demikian, tim yang akan menjalankan layanan tersebut telah dipersiapkan dan rumah sakit kini menunggu peralatan utama.

“Kalau operasional belum, tapi tim sudah siap, perawat sudah saya kirim, tinggal menunggu alat datang,” katanya.

CATHLAB sendiri merupakan fasilitas yang memungkinkan dokter melakukan pemeriksaan sekaligus tindakan pada pembuluh darah dan jantung dengan bantuan teknologi pencitraan. Dalam pengembangannya di RSUD Malinau, fasilitas tersebut ditujukan antara lain untuk mendukung tindakan pemasangan ring jantung bagi pasien yang memenuhi indikasi medis.

Selama layanan intervensi jantung belum tersedia di Malinau, pasien yang membutuhkan tindakan tersebut harus memperoleh penanganan di rumah sakit rujukan yang memiliki fasilitas serupa di luar daerah.

Kehadiran CATHLAB nantinya diharapkan dapat memperpendek jalur pelayanan bagi pasien jantung di Malinau. Selain menghemat waktu tempuh rujukan, keberadaan layanan tersebut juga diharapkan memperkuat kemampuan RSUD Malinau dalam menangani kasus jantung yang membutuhkan tindakan intervensi.

Peralatan CATHLAB untuk RSUD Malinau disediakan melalui Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan, khususnya penanganan penyakit jantung. Sementara itu, pemerintah daerah melalui RSUD Malinau menyiapkan sumber daya manusia serta sarana pendukung pelayanan.

Dr. Agung mengatakan, rumah sakit menargetkan layanan tersebut dapat mulai beroperasi tahun ini. Namun, waktu kedatangan peralatan belum dapat dipastikan.

“Target operasional tahun ini, namun alatnya kita belum tahu pasti kapan datang, mudah-mudahan tahun ini,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *