Lensantara.com : Inspektorat Kabupaten Malinau menegaskan pentingnya integritas dan tanggung jawab aparatur dalam mengelola Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR). Hal itu disampaikan Inspektur Dani Subroto saat dalam arahannya pada sosialisasi SP4N-LAPOR di ruang Laga Fratu, Kantor Bupati Malinau, Selasa (11/11/2025).
Dani menilai masih banyak aparatur yang belum memahami prinsip dan asas SP4N-LAPOR, termasuk pentingnya menjaga kerahasiaan pelapor. Ia mengingatkan, pengelola SP4N-LAPOR harus memegang teguh kepercayaan publik dan tidak boleh membiarkan informasi laporan bocor ke pihak yang tidak berwenang.
“Kalau satu laporan saja sudah bocor, artinya ada masalah pada integritas kita. Pegawai yang menangani laporan harus bisa menjaga kerahasiaannya,” katanya.
Ia juga menyoroti lemahnya tindak lanjut terhadap laporan masyarakat. Dani mengungkapkan, beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Malinau sempat mendapat teguran dari BPKP, setelah ditemukan laporan di sistem SP4N-LAPOR pusat yang belum ditindaklanjuti oleh daerah.
Menurut Dani, SP4N-LAPOR seharusnya menjadi alat kontrol dan sarana perbaikan pelayanan publik, bukan sekadar formalitas administratif. Ia mengingatkan agar ASN tidak terjebak pada pola kerja yang hanya sebatas menggugurkan kewajiban.
“Ada dua penyakit utama ASN, bekerja asal kewajiban terpenuhi, atau bekerja karena berharap sesuatu. Dua-duanya harus kita hindari,” ucapnya.
Lebih jauh, Dani menyebut pengaduan masyarakat adalah bentuk kemitraan, bukan perlawanan terhadap pemerintah. Ia mengajak seluruh perangkat daerah memandang laporan masyarakat sebagai masukan yang bernilai untuk meningkatkan mutu layanan publik.
“Kita harus terbuka pada kritik, karena dari situlah perbaikan bisa dimulai,” tuturnya. Dani berharap penerapan SP4N-LAPOR bisa menumbuhkan budaya kerja baru di lingkungan Pemkab Malinau yang lebih transparan, cepat tanggap, dan konsisten.
“Malinau sudah dikenal punya TPP tertinggi. Itu seharusnya jadi dorongan agar kinerja dan integritas ASN juga ikut tertinggi,” pungkasnya.






