PLN Beberkan Pemicu Pemadaman Listrik Berulang di Malinau

Kantor PLN ULP Malinau.
Kantor PLN ULP Malinau. (Foto: Lensantara)

Lensantara.com, Malinau – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malinau menegaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi akhir-akhir ini murni akibat gangguan teknis dan faktor eksternal, bukan karena defisit daya. Saat ini, sistem kelistrikan di wilayah tersebut dipastikan memiliki pasokan energi yang sangat mencukupi.

Manager PLN ULP Malinau, I Gusti Putu Putra Negara, menjelaskan bahwa rentetan pemadaman yang dikeluhkan warga bersifat insidental dan tidak direncanakan. Kerusakan material secara mendadak serta faktor alam menjadi pemicu matinya aliran listrik.

Bacaan Lainnya

“Beberapa case gangguan kemarin terjadi karena sifatnya tidak terprediksi. Jadi ada gangguan memang dari pihak ketiga maupun material yang memang breakdown. Jadi memang tidak direncanakan terjadi,” ujar Putra saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2026).

Ia juga menjelaskan, luasnya wilayah operasional PLN ULP Malinau menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas arus. Jaringan PLN di kawasan ini melayani Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung (KTT) hingga sebagian wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Nunukan.

Dengan total sekitar 36 ribu pelanggan yang tersebar di tiga wilayah tersebut, kerentanan jaringan terhadap faktor lingkungan menjadi sangat tinggi. Cuaca ekstrem, satwa liar, hingga pohon yang tumbang mengenai kabel transmisi kerap menjadi dalang kelistrikan padam seketika.

Langkah preventif seperti inspeksi jaringan secara berkala, pemeliharaan rutin penahan arus, perbaikan sistem pentanahan (grounding), dan pemasangan penangkal petir serta komponen arrester digalakan untuk meminimalisasi risiko tersebut.

“Untuk antisipasi gangguan karena cuaca kita juga lakukan hal-hal preventif. Tapi yang namanya cuaca, kita pun tidak berharap cuaca ekstrem mengenai peralatan kita. Kita jaga, tetapi memang gangguan yang terjadi itu tidak terprediksi,” tambahnya.

Menghadapi wilayah kerja yang luas dan potensi gangguan mendadak, PLN menerapkan sistem interkoneksi (grid) yang kokoh. Pasokan daya utama saat ini ditopang oleh kolaborasi dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kuala Lapang, tambahan daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kelapis, serta interkoneksi Gardu Induk (GI) KTT yang sudah terintegrasi dengan Sistem Mahakam.

Infrastruktur ini memungkinkan tim teknis melakukan manuver beban dengan cepat saat salah satu pembangkit mengalami kendala tak terduga. Ketika pasokan drop, jalur kelistrikan bisa langsung dialihkan secara digital ke sumber daya cadangan yang siap menyuplai.

“Ketika daya mampu PLTD kita ada yang gangguan dadakan, dari GI itu kita ambil beban. Sebagian Malinau kita ambil. Jadi kita ada beberapa opsi untuk manuver beban,” terang Putra.

Ketika gangguan terjadi, tim teknis pun langsung disebar ke berbagai titik lapangan untuk mempercepat proses penormalan kembali. Sebagai langkah jangka panjang, PLN tengah memacu percepatan pembangunan Gardu Induk (GI) Malinau.

Jaringan ini nantinya akan menyambungkan kelistrikan Kalimantan Utara secara penuh ke dalam grid besar Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

“Kedepannya semoga GI Malinau ini segera bisa operasi. Jadi untuk daya saat ini Insya Allah tidak ada kekurangan karena kita sudah dibantu dengan sistem grid itu,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *